Tebo - Infojambiterkini
Jalan Padang Lamo yang selama ini viral karena keberadaannya dikeluhkan masyarakat Kabupaten Tebo sepanjang aliran sungai Batanghari kurang atau jarang mendapatkan perhatian berupa perbaikan dari pemerintah karena jalannya yang kian hancur tahun ini mendapat perhatian berupa pembangunan Drainase atau parit.

Terpampang dalam papan info proyek, Pekerjaan Proyek Drainase Jalan Padang Lamo tersebut dibangun dengan anggaran bersumber dari APBD sejumlah Rp. 1.872.587.411,78. (hampir 2 milyar) dan dikerjakan oleh CV.Bungo Agung Pratama, namun papan info tak menyebutkan berapa volum atau panjang drainase/parit dan juga berapa lama masa pekerjaan tersebut.
Dari pantauan di lokasi kerja, pekerjaan drainase tersebut juga secara kasat mata diduga dikerjakan asal asalan alias asal jadi, hal ini dapat diketahui dari bentuk parit yang dikerjakan tanpa dicor lantai dasar terlebih dahulu.
Secara teknis standar, lazimnya dasar (lantai/invert) parit beton dicor terlebih dahulu, baru kemudian dinding parit. Urutan ini penting agar:
Dasar menjadi landasan yang rata dan kuat untuk menumpu bekisting & tulangan dinding.
Mencegah rembesan air dari bawah yang bisa mengganggu ikatan beton dinding.
Memudahkan kontrol elevasi dan kemiringan (gradient) saluran.
Namun saat berada dilokasi untuk mempertanyakan teknis dan spek pekerjaan, media ini tidak bertemu dengan pengawas atau penanggung jawab proyek pekerjaan tersebut.
Masyarakat setempat berinisial K juga mengomentari pekerjaan parit tersebut, " ini sepertinya dak sesuai bestek, nampak asal asalan, lantai dasar tidak di cor, rugi dong kami masyarakat jika mendapatkan pembangunan dari dana propinsi namun kualitasnya kurang baik", ujarnya.
Kepada Gubernur Jambi melalui Kadis atau Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang diharapkan mampu mengontrol dan mengawasi pekerjaan untuk infrastruktur masyarakat Jalan Padang Lamo dengan baik.( Soer)
